by

Resiko kematian Covid-19 pada Lansia Tertinggi, Perlu di Antisipasi.

-Opini-1 Views

Oleh: Dr. Malik Saefudin. S.Km,.M.Kes (Ahli Epidemiologi Poltekkes Pontianak)

PONTIANAK- Perkembangan kasus kematian akibat Covid-19 pada minggu pertama bulan Februari 2021 ini semakin memburuk. Sebagaimana dicatat oleh Gugus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (03/02/21), mencatat kasus kematian tercatat meningkat tajam, yakni naik 25,3 persen dari minggu sebelumnya. sementara angka kesembuhan dapat ditingkatkan menjadi lebih mudah karena berdasarkan data 77,5 persen kasus positif dan 78,6 persen kesembuhan berasal dari usia 19-59 tahun. Sedangkan angka kematian ini didominasi oleh usia lebih dari 59 tahun yaitu sebanyak 47,1 persen.

Mengapa manula banyak terpapar dan meninggal, sementara secara epidemiologis para lansia adalah kecil kemungkinan tertular/terpapar, karena memiliki tingkat mobilitas yang rendah. Hal ini sebagai alarm bahwa penularan telah terjadi pada tingkat keluarga oleh orang yang mobiltasnya tinggi dan abai terhadap protokol kesehatan, sebagai OTG dan sumber penular pada para lansia.

Meningatkan kita semua untuk kembali jangan kendor mematuhi protokol kesehatan 3 M, agar tidak sebagai sumber penular bagi keluarganya. Saatnya pemerintah melakukan evaluasi terkait dengan fakta yaitu peningkatan kasus kematian pada lansia, saatnya menjadikan prioritas utama dalam upaya menurunkan angka kematian lansia akibat Covid-19, termasuk prioritas pemberian vaksin juga bisa bergeser pada para lansia untuk memberikan perlindungan imunitas terhadap penularan covid-19 serta mencegah keparahan kesaitan yang berakibat kematian pada lansia. Bukan hanya karena satu alasan saja bahwa para ahli tidak mengikutsertakan lansia dalam uji klinis ke-3 di Bandung, lalu diputuskan tidak menjadi prioritas dalam pemberian vaksin Sinovac. Sementara hasil uji klinis tersebut telah dinyatakan aman dan halal tanpa masuk dalam uji klinis, tidak diketahui secara pasti reaksi atau efek samping vaksin terhadap lansia. Lalu, apakah berarti lansia tidak rawan tertular virus corona ? Juga bukan sebagai suatu alasan bahwa ketersediaan vaksin corona saat ini cukup terbatas sehingga perlu kategorisasi prioritas. sementara juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan siapa pun dapat terinfeksi virus corona, baik usia muda maupun tua. Bahkan, mereka yang berusia lanjut lebih berisiko tinggi terhadap kematian. Nah kalau begitu vaksin juga diperlukan bagi lansia.

Oleh karenanya, menjadi perhatian kita semua pentingnya perlindungan khusus kepada Lansia dari ancaman kematian akibat Covid-19, khusus pemerintah saatnya melakukan langkah-langkah optimal sebagai antisipasi lonjakan kematian masa mendatang, karena tidak melakukan perlidungan dengan program vaksin Covid-19 pada lansia. Serta upaya beberapa hal berikut ini: Pertama, peningakatan pencegahan di tingkat pertama yaitu oleh Puskesmas, sosialisasi dan edukasi pencegahan penularan Covid-19 dengan sasaran utama adalah pada keluarga yang memiliki usia lansia, agar keluarga melakukan tindakan dini yang tepat. Edukasi bertujuan untuk meciptakan kesadaran bersama-sama untuk melindungi kelompok lansia, dengan mengajak anggota keluarga untuk menjalankan protokol kesehatan 3M dengan baik, serta untuk tidak bepergian ke luar rumah, kecuali mendesak. menjauhi keramaian, dan kegiatan sosial perkumpulan, hindari kunjungan keluarga. Anjurkan lansia untuk melakukan yang menyenangkan sehingga meningkatkan imunitas. Dan cukup tidur malam 6-8 jam dan siang 2 jam. Makan makanan yang bergizi. Dan selalu menjaga kebersihan diri dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua, Pihak Rumah Sakit perlu meningkatkan mutu pelayanan dan tatakelola perawatan dan penanganan pasien covid-19 lansia secara optimal. Hal ini mengingat kondisi lansia cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dan penyakit komorbid yang di milikinya dapat memperparah kondisi tubuh saat terinfeksi Covid-19, sehingga optimalisasi pelayanan RS yang lebih baik agar memungkinkan proses pemulihan selama di RS dapat berjalan lebih baik.

Semoga dengan upaya bersama pemerintah dan semua pihak, dapat menurunkan angka kematian lansia krn Covid-19 di Indonesia. Semoga****

Comment

News Feed