by

Radikalisasi Ditengah Krisis, Tokoh Pemuda Melayu Jakarta Soroti Ancaman Stabilitas Keamanan dan Ekonomi

-Nasional, Opini-202 views

Tindakan Radikal yang menyerang simbol-simbol agama harus menjadi perhatian serius, sebab dapat mengancam stabilitas keamanan dan ekonomi

TepianKapuas.Com, JAKARTA – Ditengah krisis multidimensi yang dialami negeri ini akibat pandemi, tragedi memilukan terulang kembali menghampiri masyarakat dengan terjadinya penyerangan terhadap Ulama, Syekh Ali Jaber saat mengisi acara di Lampung Pada Minggu, 13 September 2020.

Penyerangan hingga penganiayaan terhadap ulama dalam beberapa tahun terakhir kerap tejadi di berbagai Wilayah Indonesia, dengan tipikal atau ciri pelaku yang sebagian besar hampir sama, yakni dilakukan orang yang mengidap gangguan jiwa. Maka tak heran jika asumsi publik yang berkembang menganggap peristiwa ini tidak berdiri sendiri.

Siapapun pelaku dengan segala modus dan motifnya tentu radikalisasi dan terorisme adalah musuh kita bersama yang sangat tidak dibenarkan tumbuh subur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika tidak, ancaman bagi stabilitas nasional seolah seperti bom waktu yang tiba masanya akan meledakkan gelombang kemarahan skala besar umat beragama karena simbol-simbol agamanya terus diusik.

Hal ini yang menjadi perhatian salah satu Tokoh Pemuda DKI Jakarta dari Ormas Pemuda Melayu, Wanda Hernawan. Wanda menilai apabila tidak ditangani secara serius oleh negara kedepan bisa berdampak pada stabilitas keamanan nasional. Luapan emosi salah satu kelompok atau umat yang merasa di usik lama kelamaan menjadi tidak terkontrol dan terekspresi ke ruang publik.

Selain itu, menurut Wanda juga berdampak pada perekonomian nasional yang memang sudah depresi akibat pandemi.

” Saya secara pribadi sangat menyesalkan penyerangan terhadap ulama kembali terjadi di negeri ini. Tindakan radikal jika tidak di perhatikan serius oleh pemerintah kedepan tentu akan menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional. Masyarakat yang jengah akan dapat menimbulkan gelombang kemarahan yang sulit untuk di kondisikan, apalagi di Indonesia ini secara populasi umat islam adalah mayoritas, tentu perkara ini tidak boleh di anggap sepele. Kita semua juga tidak menginginkan tindakan radikal terjadi menimpa siapa saja atas dasar apapun,”

” Dampak paling akhir dari Radikalisme adalah ekonomi, jika negara tidak bisa menjamin keamanan dalam negeri, otomatis para investor enggan minitipkan modalnya di Indonesia atau menarik modal, rupiah akan melemah dan secara ekonomi seluruh masyarakat akhirnya menanggung resiko,” Ujar Tokoh asal Pontianak yang berprofesi sebagai pengusaha ini. Kamis (17/9).

Wanda berharap kepada Pemerintah melalui aparat kepolisian untuk mengusut tuntas motif penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber sampai ke akarnya secara terbuka kepada masyarakat agar paradigma masyarakat yang resah tidak semakin berkembang yang dapat merespon balik tindakan serupa. Sebab negara pada dasarnya harus menjamin secara utuh keamanan bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.

” Saya berharap kasus ini diusut tuntas dan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Rakyat harus diyakinkan dengan fakta penyelidikan yang terbuka sehingga persepsi publik tidak berkembang liar. Negara harus menjadi katalisator yang mampu menyakinkan publik akan rasa aman tanpa adanya sekat atau kepentingan tertentu” Harapnya.

Penulis : Azmi

Comment

News Feed