by

Pandemi dan Baliho Politik 2024. Ketua Pemuda Melayu Jakarta : Saat Ini Rakyat Butuh Solusi Bukan Harapan

JAKARTA– Maraknya baliho politik bertebaran dengan ukuran besar di sudut-sudut kota tanah air di tengah rakyat sedang berjuang bangkit melawan kondisi akibat pandemi menjadi perhatian dari Tokoh Pemuda DKI-Jakarta dari Organasisai Pemuda Melayu, Wanda Hernawan.

Ketua Pemuda Melayu DKI Jakarta ini menilai secara prosedur atau aturan yang berlaku sah-sah saja jika baliho politik 2024 yang bertujuan mempublikasi putra-putri terbaik bangsa yang akan menjadi bakal calon presiden terpajang di papan-papan reklame. Namun secara sosiologis berdasarkan kondisi yang dialami masyarakat saat ini, hal tersebut menurutnya justru bertolak belakang dengan hati nurani rakyat kecil.

” Ditengah rakyat sedang berjibaku bangkit dari keterpurukan untuk bertahan hidup, saya menilai baliho politik 2024 yang saat ini bertebaran justru akan membuat rakyat jengah dengan para elit negeri ini. Karena saya yakin di benak rakyat kecil saat ini sedikit pun tidak berpikir siapa calon presiden dan seperti apa konstelasi politik 2024, rakyat saat ini butuh solusi kongkrit dan real dari para penyelenggara negara kapan kondisi seperti ini berakhir dan perbaikan nasib hidup mereka akibat terdampak pandemi,” Ujar Pengusaha Asal Pontianak Kalbar ini. Kamis (12/8).

Apalagi tambahnya, diantara elit politik yang terpajang fotonya di papan reklame tersebut sebagian besar merupakan para pejabat negara yang sedang berkuasa saat ini, justru harusnya para elit ini harus memutar otak peras keringat memikirkan kondisi rakyat daripada sibuk menaikan elektabilitas pribadi yang interval waktunya juga masih jauh.

” Pemilu masih jauh, menyisakan kurang lebih 3 tahun lagi, sebaiknya saat ini fokus saja menjalankan amanah konsitusi yang ada semaksimal mungkin daripada memikirkan sesuatu yang masih jauh. Syukuri dulu jabatan yang sekarang dengan bekerja keras untuk rakyat. Apalagi saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk pencitraan politik. Paradoks, yang justru malah membuat rakyat semakin tidak berempati dengan negara jika seperti. Sekali lagi saya tegaskan saat ini rakyat tidak butuh janji dan harapan yang di butuhkan rakyat adalah kepastian ekonomi dan jaminan kesehatan serta jaminan hidup layak dan aman,” Tambahnya.

Sebagai Tokoh Pemuda dan Pemimpin organisasi massa dari kalangan akar rumput, Wanda merasakan betul apa yang menjadi kegelisahan rakyat kecil saat ini. Dalam satu kesempatan ia menyampaikan adanya ketidaksinkronan antara negara dengan kebutuhan dan kondisi rakyatnya. Misalnya, di tengah rakyat tidak mampu butuh subsidi dari negara melalui skema bantuan sosial, justru hal tersebut malah di manfaatkan menjadi skandal mega korupsi.

Selanjutnya, aturan pembatasan yang ketat berlaku untuk rakyat, tetapi bandara yang menjadi pintu utama keluar masuknya virus tidak pernah di tutup, mirisnya malah para TKA Justru berbondong datang ke tanah ait. Dan terakhir, di tengah kegamangan rakyat yang luar biasa, Pemilu masih jauh, tetapi baliho politik sudah berteberan, secara hati nurani dan moral hal tersebut bisa saja melukai perasaan rakyat. (AZ)

Comment

News Feed