by

Meneropong Prediksi Gangguan Psikologis Kedepannya Pasca Pandemi Covid-19

Meneropong Prediksi Gangguan Psikologis Kedepannya Pasca Pandemi Covid-19

Oleh : Ema Zati Baroroh, M.Psi,.Psikolog

TepianKapuas.Com, PONTIANAK — Banyak aspek yang memang terpengaruh akibat Covid-19 mulai dari fisik, sosial dan ekonomi. Namun sayangnya, masih sedikit perhatian diberikan pada dampak kesehatan mental saat pandemi ini. Karena memang saat ini fokus utama yang mendesak adalah berfokus pada upaya penanggulangan virus dan masalah kesehatan. Disamping juga masalah ekonomi yang dikhawatirkan banyak orang yang telah berdampak pada masyarakat segala lapisan. Kamis (28/5)

Namun ketika pandemi mereda, dan saat memulai melanjutkan kehidupan “normal”, baik dengan atau tanpa Covid-19. Diprediksikan akan ada peningkatan angka penyintas gangguan psikologis yang akan muncul. Hal ini dikarenakan banyak ahli memprediksi pandemi ini akan terjadi dalam jangka waktu lama beberapa bulan kedepan bahkan bertahan selama berbulan-tahun-tahun mendatang.

Menjalani hari-hari ditengah wabah Covid-19 itu tidak mudah, terlebih bagi mereka yang hidup dengan gangguan mental (sedang dalam treatmen). Selain itu pernah menjalani treatmen pemulihan gangguan psikis. Resiko kambuh sangat mungkin terjadi.

Selian itu juga pada kelompok rentan yang terlibat langsung dengan pandemi ini: pertama para nakes dengan berbagai macam problemanya. Kemungkinan karena kekhawatiran terinfeksi dan minimnya ketersediaan APD yang memadai. Kedua orang yang menjalani pengobatan Covid-19. Ketiga ODP dan PDP yang sedang menjalani isolasi, orang-orang yang punya kerabat dekat meninggal karena covid, dan lain-lain. Contoh kelompok yang saya sebutkan ini juga sangat rentan terkena gangguan psikologis.

Gangguan yang mungkin terjadi saat bencana adalah kecemasan, depresi, bunuh diri, dan PTSD. Studi lain dari Kaushal Shah, dkk (2020) menganalisis pola gangguan psikis ketika dunia menghadapi wabah SARS dan MERS. Beberapa komorbiditas psikiatrik dilaporkan publik, seperti depresi, serangan panik, kecemasan, bunuh diri, delirium, dan gejala psikotik. Jika pola yang sama juga berlaku untuk COVID-19. Ada kemungkinan tidak lama setelah ancaman infeksi fisik yang telah mereda, akan muncul sekuel baru yaitu gangguan psikologis yang dapat atau meperburuk gangguan mental pada orang yang rentan. Dan bahkan dapat berefek juga pada masyarakat umumnya karena menghadapi banyak stresor dalam jangka yang panjang dan terus menerus saat menjalani wabah ini.

Sehingga dapat disimpulkan selama pandemi ini memungkinkan setiap orang pada tingkat yang berbeda-beda akan mengalami ketakutan akan tertular, psikosomatik akan gejala yang berkaitan dengan covid-19, dan kekhawatiran lain tentang dampak pandemi lain (misal masalah ekonomi). Sehingga sangat rentan timbulnya berbagai sindroma kecemasan, phobia, psikosomatik, dan OCD. Juga resiko lain yg mengintai adalah depresi.

Hal ini sejalan dengan pendapat Prof Dr. Malik Al Badri, seorang psikolog dan pioner psikologi islam dunia. Menurut Prof Dr. Malik Al Badri Mengatakan setelah wabah ini berakhir diprediksikan akan terjadi peningkatan angka terjadinya gangguan psikologis diantaranya sindroma kecemasan, dan ocd.

Oleh sebab itu pentingnya menjaga kesehatan mental kita saat pandemi ini, khususnya pada kelompok rentan yang telah saya sebutkan diatas. Semoga pandemi ini segera berakhir, tanpa meninggalkan suatu apapun termasuk bahaya gangguan psikologis yang mengintai. Salam SEJIWA!!!, Salam Sehat Jiwa!!!

Comment

News Feed