by

Lockdown Efektif Mencegah Penyebaran Virus Corona

-Opini-1 Views

Oleh: DR.Malik Saefudin, S.Km,.M.Kes (Ahli Epidemiologi Poltekkes Pontianak)

Pada tanggal 23 Januari 2020, Pemerintah Tiongkok menerapkan lockdown di 20 provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Hubei dengan Wuhan sebagai ibu kotanya. Sekitar 2 bulan setelah lockdown diberlakukan, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengumumkan bahwa tidak ada laporan kasus COVID-19 baru di provinsi tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa lockdown terlihat efektif menekan laju penyebaran virus. Namun, jika melihat kondisi pelaksanaan lockdown di negara Indonesia masih parsial per-wilayah, padahal penyakit menular tidak mengenal wilayah administrasi, tetapi yang dikenal adalah wilayah global (ekologis), sehingga menerapkan lockdown tersebut tidak efektif karena tidak berdampak pada penurunan kasus secara nasional, perlu dikaji efektivitas penerapan lockdown di Indonesia dengan baik. Berdasarkan data-data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas lockdown dalam mencegah penyebaran virus Corona dan pandemi COVID-19 belum diketahui secara pasti.

Pemerintah indonesia selama ini tidak menggunakan istilah ‘lockdown’ sebagai langkah pengendalian wabah virus Corona. Akan tetapi, sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara istilah ‘lockdown’, ‘karantina wilayah’, dan ‘darurat sipil’. Darurat sipil
Menurut peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya, darurat sipil didefinisikan sebagai status ketika keamanan atau ketertiban hukum di seluruh wilayah atau sebagian wilayah Republik Indonesia terancam oleh pemberontakan, kerusuhan, atau terkena bencana.

Tentu saja, tinjauan secara akademisi dan praktisi secara multidisipliner sangat diperlukan, sehingga opsi diberlakukannya darurat sipil ataupun Lockdown menjadi kesepakatan nasional yang tepat, semata-mata untuk mencegah dampak Covid-19 yang lebih serius dan mecegah kolapnya sistem Kesehatan di Indonesia.

Semoga pesan ini sampai ke pada para pemimpin baik di tingkat daerah maupun pusat untuk segara bertindak cepat dan tepat. Momen ini sangat tepat disaat Indonesia sedang melakukan vaksinisasi Covid-19 sebagai salah satu cara pencegahan penularan Covid-19.

Tetapi ketika kondisi keparahan jumlah kasus dan kematian yang meningkat maka dalam istilah kedokteran adalah koma induksi pada pasien cindra berat yakni dokter anestesi menghilangkan kesadaran pasiennya di ICU dengan tujuan mengistirahatkan fungsi cerebral dengan memberikan obat injeksi yanv menurunkan kesadaran klien dengan tetap memperhatikan fungsi vital termasuk SPO2, dan kebutuhan nutrisi serta kebutuhan fisiologis lainnya. Nantinya setelah 2 – 3 hari pasien akan disadarkan kembali. Barang kali ilustrasi tersebut tidaklah terlalu tepat, tetapi melihat tingkat keparahan Covid-19 di Indonesia, maka perlu diambil langkah yang tepat dengan cara menidurkan sejenak Indonesia bertujuan untuk memulihkan kembali dan membebaskan dari Covid-19, secara total dan menyeluruh yakni melakukan Locdown nasional minimal 100 hari. Semoga berhasil**

Comment

News Feed