by

Ketua PW KAMMI : Saya Mengecam Tindakan Represif dan Penahanan 3 Orang Mahasiswa Dalam Menyampaikan Aspirasi

-Berita-2,638 views

TepianKapuas.Com – PONTIANAK – Aksi demonstrasi menyambut kedatangan Presiden Jokowi yang coba dilakukan sekelompok mahasiswa hari ini diwarnai tindakan represif oleh pihak aparat.

Mahasiswa yang bermaksud memainkan perannya sebagai fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintah dalam bentuk penyampaian aspirasi dimuka umum mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari pihak aparat. Senin (5/9/2019)

Buntut dari kericuhan itu, 3 orang mahasiswa atas nama Ihzal Muhaini selaku Ketua KAMMI Pontianak beserta kedua rekannya yakni Muhammad Al Iqbal dan Haris Setiadi ditahan oleh aparat keamanan.

Hal ini sontak mendapat reaksi keras dari Imran selaku Ketua Umum KAMMI Wilayah Kalimantan Barat, menurutnya tindakan yang dilakukan aparat kepada rekan – rekannya seharusnya tidak perlu terjadi.

Sebab menyampaikan aspirasi dimuka umum merupakan salah satu perangkat penting dalam ruang demokrasi sebagai salah satu ciri yang menandakan kedaulatan rakyat. Terlebih perihal tersebut dijamin dalam undang – undang negara dan dilakukan secara damai.

” Sebagai ketua PW Kammi, Saya mengecam tindakan yang dilakukan aparat terhadap peserta aksi cinta Indonesia dalam rangka menyambut kedatangan Presiden di Pontianak, apalagi 3 rekan kami ditahan dengan alasan yang tidak jelas “. Kata Imran dalam keterangannya kepada awak media.

Ditambahkan Imran, Tindakan represif seperti ini bukan yang pertama terjadi di era rezim sekarang, ia menilai terkesan pemerintah menjadi anti kritik.

” KAMMI sangat menyayangkan refresif aparat yang menghalangi masyarakat dalam menyampaikan pendapat dimuka umum yang dijamin oleh Undang-Undang “. Ujarnya.

Kronologis Kejadian

Sekolompok mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Pontianak hari ini, Kamis (5/9/2019) mengadakan “Aksi Cinta Indonesia” menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di tanah Khatulistiwa Pontianak.

Pada pukul 9.30 pagi peserta aksi melakukan pembukaan aksi dengan membaca Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne KAMMI yang ditutup dengan doa.

Setelah penutupan, salah satu pihak aparat meminta waktu untuk menyampaikan sambutan.

Pada saat menyampaikan sambutan, beberapa mahasiswa yang bertugas mendokumentasikan aksi disuruh aparat lainnya untuk mematikan handphone.

Beberapa saat kemudian seluruh aparat mendekat dan langsung menyeret Ihzal Muhaine dan Muhammad Al Iqbal, kericuhan pun tidak dapat dihindari yang berbuntut penahanan terhadap 3 orang mahasidwa oleh aparat. (Azmi)

Comment

News Feed