by

Kecewa Rumah Adat Melayu Di Putusibau Di Salah Gunakan. Ini Kata Tokoh Masyarakat

-Berita-2,635 views

TepianKapuas.Com, Kapuas Hulu – Tidak terima dengan Rumah Adat Melayu di salah gunakan oleh salah satu club motor yang ada di Kapuas Hulu pada Sabtu (16/11). Membuat Rajali, Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Orang Melayu (DPD POM) Kapuas Hulu angkat bicara.

Kepada awak media, Rajali mengaku kecewa atas pemberian izin acara Ulang Tahun Motor R 15 yang dilakukan di Rumah Majelis Adat Budaya Melayu. Minggu (17/11/2019)

Bagi Rajali simbol kebesaran Orang Melayu adalah Istana Rumah Adat Melayu, ia menyayangkan kenapa pihak berwenang bisa dengan mudah memberikan izin untuk kegiatan yang berkesan hura-hura dan jauh dari nilai adat budaya Melayu.

Rajali, SE (Ketua DPD POM Kapuas Hulu)

” Saya tidak menyalahkan acaranya cuma saya menyalahkan yang memberi izin kegiatan tersebut, seharusnya acara seperti itu tidak harus dilaksanakan di Rumah Adat Melayu masih banyak tempat lain yang bisa dipergunakan, seperti Taman Alun, Pantai Telok Barak dan lain-lain “,

” Jujur saja saya kecewa Rumah Adat atau Istana kebanggaan Orang Melayu dinodai dengan acara yang menurut saya tidak pantas dilakukan disitu “, Ungkap Tokoh Masyarakat yang menekuni bisnis Kratom ini.

Apalagi pada perhelatan tersebut motor masuk kedalam ruangan dan di naikkan pada podium yang diatasnya ada tulisan arab, setelah itu diiringi acara tiup lilin dan lampu dibuat remang-remang.

“Saya meminta kepada pengurus atau pengelola tempat tersebut agar bisa memilah acara apa yang pantas di lakukan disana, jangan asal-asal saja, kalau seperti ini mungkin besok lusa rumah adat melayu bisa dipergunakan acara karaoke, karena fungsi rumah ini sudah tidak jelas”, Tegas Rajali

Hamidun, SPd (SEKJEN DPD POM Kapuas Hulu)

Ditempat terpisah, Hamidun selaku Sekjen DPD POM Kapuas Hulu saat dikonfirmasi, bersikap sama dengan rekan sejawatnya, ia menyayangkan kegiatan yang tidak berbau Melayu bisa dilaksakan di Istana Kebanggaan Orang Melayu tersebut.

“Kami sangat menyayangkan acaranya bukan berbau Melayu tetapi dilaksanakan di Rumah Adat Melayu, karena menurut kami Rumah Adat Melayu adalah Simbol Kebesaran Orang Melayu” Katanya.

Hamidun menambahkan, jika Rumah Adat Melayu di komersilkan tanpa ada batasan ketentuan penggunaannya, dalam arti kata semua acara boleh dilakukan di Rumah Adat Melayu. maka ia berasumsi bahwa Marwah Melayu Sudah Mati di Bumi Uncak Kapuas.

“Jika semua acara boleh dilakukan di Rumah Adat Melayu, berarti Wibawa Melayu Sudah Mati” ucap Hamidun.

Penulis : Tim Liputan
Editor. : Azmi

Comment

News Feed