by

Era Bengkayang Membangun Beton Pemikiran

-Artikel-45 Views

TepianKapuas.Com, PONTIANAK — Kabupaten Bengkayang belum lama ini dinobatkan sebagai Kota Paling Kumuh di Indonesia. Predikat tersebut diberikan oleh Kementrian PUPR Republik Indonesia, akibat kekumuhan di lebih dari 12 hektare didalam kota sesuai keputusan Kementrian PUPR.

Faktor-faktor yang paling berpengaruh adalah drainase dan pengelolaan sampah di Kabupaten ini. Sebagai warga dan putra daerah Bengkayang, kita lantas tidak boleh memandang sepele predikat tersebut. Karena kita yakin pasti ada di antara kita masyarakat Bengkayang yang terusik dengan predikat tersebut. Langkah paling tepat untuk menjawabnya adalah dengan membuktikan perubahan-perubahan baik di tanah yang sangat kita cintai ini.

Sejak pemekaran menjadi daerah otonomi baru dari Kabupaten Sambas 20 tahun silam, memang Bengkayang belum mengalamai perubahan signifikan baik pembangunan fisik maupun pembangunan manusianya. Bengkayang berada di 65,45 (dibawah rata-rata Provinsi Kalbar yaitu 65,88) indeks pembangunan manusia (IPM).

Pembangunan yang direncanakan di Kabupaten Bengkayang harus terencana dan berdasarkan data. Membangun data di Bengkayang tentu akan sulit dan mahal,tetapi pembangunan tanpa data akan lebih sulit dan lebih mahal. Hal ini harus menjadi kesadaran kolektif masyarakat sehingga tidak berdiam diri ketika diterpa permasalahan demikian.

Mengutip perkataan bapak proklamator Indonesia, “Tidak ada yang lebih bernilai dari melakukan sesuatu meskipun salah daripada bersembunyi di balik kesangsian”. Upaya-upaya tersebut dapat dimulai dan diinisiasi oleh anak-anak muda Kabupaten Bengkayang karena dari merekalah distrupsi itu dimulai.
Era distrupsi ini harus kita menangkan terutama untuk menyiapkan pembangunan infrastruktur dan industri yang masif di Kabupaten Bengkayang yang diikuti dengan pembangunan SDM secara formal dan informal.

Pendidikan formal ditempuh melalui sekolah dan pendidikan tinggi. Sedangkan pendidikan informal dapat dilakukan di masyarakat dan pergaulan sehari-hari. Data (penelitian M.Garibaldi dan Paidi Hidayat 2004-2012) menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah. Pemerintah harus mampu membuat kebijakan yang dapat memperluas pilihan masyarakat dalam kesehatan, pendidikan / pengetahuan dan akses kepada sumber daya yang dapat memenuhi standar hidup masyarakat (UNDP).

Masyarakat dengan pengetahuan dan SDM yang maju akan menjaga dan menjadi aktor pembangunan infrastruktur. Hal ini seperti kita jumpai di Kota-kota maju negara dunia seperti Finlandia, RRC, Kanada, Korea Selatan dan Selandia Baru. Pada saat pembangunan beton pemikiran dan sosial masyarakat sudah siap menghadapi pembangunan infrastruktur, kita akan menikmati predikat yang lebih baik dari sekedar Kota Terkumuh di Indonesia.

Penulis : Irwanda Djamil (Dokter Muda Program Beasiswa Kabupaten Bengkayang

Comment