by

Anak Muda Sekadau Produksi Film Lokal Berjudul ‘ PUAKA ‘

TepianKapuas.Com, SEKADAU – Anak muda Sekadau yang tergabung dalam lembaga per-film-an bernama Offa Tehlom memproduksi film dari Trilogi Kamang yang berjudul ‘ Puaka ‘. Senin (2/12/2019)

Puaka adalah mahluk misterius yang diyakini sebagian orang sebagai penunggu Sungai Kapuas. Konon, Puaka sering dikaitkan dengan Kejadian Aneh atau Tragedi Kecelakaan yang terjadi di Sungai Kapuas.

Pemutaran episode pertama pada tanggal 13-14 Desember 2019 mendatang di GOR SMK Amaliyah Sekadau, Pukul 19.30 WIB.

Pemain merangkap sekaligus sebagai Crew Film berjumlah 15 Orang. Diantaranya, Joni, Anjas, Ale, Asghul Makhdit, Rafkhi, Tia, Yanti dan Ario.

Ide cerita mengisahkan tentang para pemuda yang memancing di sungai dan bersua dengan mahluk penunggu sungai.

Saat Syuting

Ichan Coeploek, Sutradara sekaligus Scrintwriter film tersebut mengatakan, film berjudul ‘ Puaka ‘ adalah film produksi ke-3 (tiga) dari Offa Tehlom. Film ini di garap dengan waktu yang relatif singkat serta menggunakan dana pribadi dari masing-masing crew untuk biaya produksi.

” Proses pembuatan film hanya dalam waktu 3 (tiga) hari 3 (tiga) malam, dana pembuatan film pakai dana pribadi, budget lumayan besar karena ada beberapa alat yang harus kita sewa “, Ungkapnya.

Inspirasi awal dari Film ‘ Puaka ‘ bermula karena mulai hilangnya salah satu budaya lokal anak-anak yang tinggal di Pesisir Sungai khususnya Sekadau, yaitu mandi di sungai dengan maksud bermain-main bersama teman dalam jangka waktu yang lama. Dalam Bahasa Daerah Sekadau disebut ‘ Manik Belimur ‘.

Berkat hasil obrolan singkat Ichan tentang kearifan lokal yang mulai hilang ini dengan Cerpenis Kalimantan Barat, Amrin Zuraidi Rawansyah. Akhirnya, Muncul ide dari Amrin untuk menulis sebuah cerita ber-konten budaya lokal yang kemudian dituangkan dalam bentuk film.

” Film ‘ Puaka ‘ idenya berawal dari obrolan kecil dengan Bang Amrin, tentang kearifan lokal anak-anak Pesisir Sungai Sekadau yang udah jarang ‘ Manik Belimur ‘. Saya sempat bertemu anak ‘ Manik Belimur ‘ di Daerah Sungai Barak, menjelang magrib, ibunya marah kepada si anak dengan mengucapkan kalimat perintah supaya si anak pulang sembari berkata apabila tidak mau pulang, maka akan di makan ‘ Puaka ‘ dengan tujuan menakuti si anak, dari itulah muncul ide dari Bang Amrin menulis cerita ini “, Ujarnya.

Sekilas Tentang Offa Tehlom

Offa Tehlom merupakan lembaga per-film-an atau rumah produksi independen. Anggota Offa Tehlom kebanyakan dari kalangan pelajar.

Proses terbentuknya Offa Tehlom berawal dari obrolan santai saat nongkrong bersama para pelajar yang ‘ Ngekost ‘ di Sekadau. Dari situ, muncul inisiatif Ichan Coeplok untuk mengarahkan para pelajar tersebut pada hal-hal positif. Dipilihlah Fotografi, Videografi dan Desain Grafis sebagai fokus dengan tujuan untuk bekal ‘ skill ‘ para pelajar kelak ketika selesai mengenyam pendidikan.

Filosofi dari nama Offa Tehlom terinspirasi dari doa untuk balita yang baru belajar berjalan. Ketika jatuh, balita diangkat supaya bangkit kembali sambil menyebutkan kata ‘ Oppatehlom ‘ yang dalam kebiasaan bertutur Bahasa Sekadau mengisyaratkan sebuah doa atau semangat bangkit.

Penulis : Azmi

Comment

News Feed